Visitors

free counters IP

Iklan

Followers

Diberdayakan oleh Blogger.

SEPANJANG pekan lalu, negara-negara Eropa mencemaskan wabah E-coli lantaran memakan korban 29 warga Jerman. Taoge ditengarai menjadi sumber wabah bakteri pembunuh tersebut.

Semula, ketimun impor asal Spanyol diduga menjadi media penyebaran bakteri E-coli. Namun kemudian muncul dugaan baru yang mengarah pada taoge.

"Ini adalah taoge," kata Reinhard Burger, Kepala Pusat Jerman untuk Pengendalian Penyakit.

Rusia bahkan setuju mencabut larangan impor Uni Eropa atas produk sayuran segar dengan imbalan jaminan. Larangan Rusia ini jelas mendatangkan kondisi krisis bagi petani sayur Uni Eropa, yang juga menuduh ketimun Spanyol tercemar bakteri E-coli.

Untuk membuktikan kaitan keduanya, otoritas Jerman melakukan kajian. Reinhard Burger, yang mengepalai Robert Koch Institute, mengatakan bahwa walaupun tes terhadap taoge dari sebuah peternakan di Lower Saxony belum menunjukkan bukti negatif, penyelidikan epidemiologi terhadap pola wabah telah menghasilkan cukup bukti untuk ditarik kesimpulan. Hasilnya, selain taoge, lembaganya turut memberi peringatan terhadap tomat, ketimun, dan selada.

Timah panas


Sekira 3.000 orang telah jatuh sakit dengan pecahnya wabah E-coli di Jerman yang melibatkan strain bakteri E-coli baru dan belum diketahui sebelumnya. Di tubuh pasien, bakteri mengembangkan gejala uremik hemolitik (HUS) yang dapat menyerang ginjal dan sistem saraf. Kondisi ini memaksa mereka untuk rajin mencuci darah (dialisis).

Para peneliti Robert Koch Institute telah meneliti daerah pertanian di Bienenbuettel.

"Orang yang makan taoge sembilan kali lebih mungkin untuk mengalami diare berdarah daripada mereka yang tidak," kata Reinhard, seperti disitat BBC, Senin (13/6/2011).

Otoritas pengendalian penyakit di Jerman mengatakan, asal kontaminasi masih diyakini dari wilayah kecil pertanian organik di Lower Saxony, seperti diteliti akhir pekan lalu.

"Hubungannya jelas, ini adalah akibat timah panas," katanya pada konferensi pers bersama Kepala Lembaga Federal Jerman untuk penilaian risiko dan Kantor Federal bagi Perlindungan Konsumen di Berlin.

Dia menegaskan, ada baiknya taoge yang kini telah tercemar tidak dikonsumsi atau dibuang saja, karena krisisnya belum selesai.

"Akan ada kasus baru. Ribuan tes dilakukan pada tomat, ketimun, dan selada meski telah terbukti negatif," tambahnya.

Menteri Pertanian Lower Saxony, Gert Lindemann mengatakan bahwa sekira 60 orang sakit setelah makan taoge dari daerah pertanian di Bienenbuettel.

“Kontaminasi mungkin disebabkan oleh benih yang terkontaminasi atau faktor kebersihan yang buruk", tutupnya.

0 komentar

Posting Komentar

TIPS SEHAT HARI INI

"Bayam mengandung lutein dan beberapa antioksidan lain yang dapat melindungi sel-sel otak dari kerusakan. Omelet bayam bisa jadi sarapan yang dapat melindungi otak."

Chat Box


ShoutMix chat widget